Awalnya bu Lasmi tetangga dekatnya bu Tri minta tolong untuk meminjamkan uang.
"Bu Tri...tolong aku ya pinjamin uang buat modal kerja suamiku ... "
"Sudah satu bulan dia nganggur, aku pinjam ga banyak ko ... dua jutaan buat beli hand phone."
"Kemarin hand phone nya di jual buat kebutuhan sehari- hari," Sambil memelas memohon agar dapat dipinjamkan oleh Bu Tri.
"Untuk sekarang aku belum ada uang, tunggu awal bulan az ya?" jawab bu Tri.
"Ya bu..tapi usahakan ya? "Ya insya Alloh," janjiku kepada bu Lasmi tetangga satu blok diperumahanku.
Memang sudah satu bulan ini suaminya berhenti kerja. Karena habis kontrak. Tapi aku tidak punya simpanan selain uang buat bayar KPR buat bulan berikutnya.
Keesokannya bu Tri belanja sayuran dan bertemu bu Lasmi ... Kembali dia menanyakan pinjaman itu, sambil membawa anak nya yang tidak berhenti menangis karena ingin jajan tidak ada uang. Dia pun beli sayuran dengan cara berhutang kewarung.
" Bu Tri ... ayo tolonglah ... aku bingung harus pada siapa aku minta tolong kalau bukan sama bu Tri," dengan wajah memelas.
"Ya besok aku usahakan ada uangnya," dengan tersenyum menggenggam tangan bu Lasmi " sabar ya?"
Bu Lasmi memang termasuk tetangga yang paling dekat dengan Bu tri dibandingkan tetangga yang lain, karena bu Tri memang tipe orang bersahaja, baik, dan ramah dengan siapapun.
Akhirnya karena kasihan bu Tri pun meminjamkan uangnya.
Selang beberapa hari suami Bu Lasmi pun mulai bekerja gojek online.
Alhamdulillah hari pertama suaminya bekerja penghasilannya lumayan, dia bawa uang untuk istrinya paling sedikit 75 ribu dan paling besarnya dia dapat 200 ribu.
Bulan pun berganti saat bertemu dengan Bu Lasmi dia seolah - olah lupa dengan hutangnya, dengan santainya dia lewat depan rumah bu Tri dengan membawa belanjaan yang cukup banyak.
" Bu Lasmi habis belanja?" banyak banget belanjaannya," sapa bu Tri.
"Oh iya, ini besok anak ku ulang tahun mau ada syukuran datang ya?" jawab bu Lasmi sambil terburu - buru membawa belanjaanya.
"Heran ko bisa ya ngadain acara ... padahal hutangnya belum dibayar..." gerutu bu Tri sambil menutup pintu rumahnya.
Karena waktu pembayaran KPR sudah mau jatuh tempo, bu Tri pun memberanikan diri untuk menanyakan uang pinjamannya.
"Bu Lasmi maaf sekiranya sudah ada uang, saya mau minta uang saya dibayar bu...,"
"Sabar bu Tri aku juga tahu! ga usah ditagih juga nanti aku bayar!" jawabnya dengan nada tinggi.
" Saya cuman mengingatkan saja takut bu Lasmi lupa."
" Ibu ga liat saya lagi butuh uang buat Ulang tahun anak saya? Nanti kalau ada saya kasih."
Akhirnya bu Tri pulang dengan perasaan kecewa ... ternyata ga sesuai dengan janjinya.
Bulan besoknya suami bu Lasmi dapat panggilan kerja ditempat yang baru ... yang lebih besar gajinya dan terjamin.
Dari situ kehidupan bu Lasmi mulai berubah ... dia membeli motor, kulkas, mesin cuci dan perabot lainnya dengan cara kredit.
Lima bulan berlalu uang pinjaman itu tak urung dia bayarkan.
Akhirnya bu Tri memberanikan diri untuk menagihnya ....
Belum sampai rumahnya tiba-tiba pintu rumahnya ditutup, dan ketika bu Tri mengetuk rumahnya, bu Lasmi tidak membukanya yang keluar malah anaknya yang pertama.
"Ibu lagi tidur tidak bisa diganggu ...," kata anaknya bu Lasmi sambil menutup pintu.
"Ya ... Tuhan kenapa aku sekarang yang ngemis-ngemis untuk mengambil uangku sendiri," kata bu Tri sambil mengelus dada.
Sudah Lima bulan ini bu Tri telat bayar KPR , sampai akhirnya datang surat SP dari pihak bank.
Suami bu Tri yang tahu ada surat tagihan, memarahi istrinya. Dan menyalahkannya meminjamkan uang ke Bu Lasmi yang tidak urung bayar.
Akhirnya suami bu Tri yang mengambil alih untuk menagih kesuami bu Lasmi ... tapi bukannya dapat uang, malah pertengkaran yang terjadi.
"Siapa yang pinjam uang...?"teriak indra suami Bu Lasmi.
"Aku ga pernah merasa pinjam kekamu?"
"Iya, memang bukan kamu tapi istrimu!"
"Berarti kamu salah kalau nagih ke aku!" bentaknya.
Tidak lama istrinya keluar ... sambil ikut marah - marah.
"Ooh ... ternyata sekarang suaminya ikutan nagih?" Mau main kroyokan ... pergi kalian dari sini !!
"Aku ga bakalan terima diperlakukan seperti ini ... aku nyesel pinjam sama orang yang ga sabaran."
Karena tersulut emosi suami bu Tri melemparkan kursi depan teras kejendela kaca sampai pecah.
Sambil teriak - teriak bu Lasmi mengancam tuk melaporkannya ke polisi.
Seminggu berlalu datanglah surat pemanggilan dari kepolisian.
Karena tidak ada bukti pinjaman diatas kertas, bu Lasmi menang dan suami ku disuruh ganti rugi. Akibat pengrusakan barang.
Dari saat itu bu lasmi tak pernah menyapaku lagi ... kehidupan bertetangga yang tadinya harmonis berubah menjadi horor gara- gara hutang.
biarkan pengadilan Tuhan yang akan membalasnya.
Kampung bambu
7 april 2018
Penulis @ Arina Rahmi

EmoticonEmoticon