Sabtu, 31 Maret 2018

HIDUPMU PENUH AIRMATA

HIDUPMU PENUH AIRMATA

BACAKAN AKU CERITA
HIDUPMU PENUH AIRMATA - Masih hangat dalam ingatanku saat kita berjalan bersama di pinggir sungai, tiap matahari hampir tenggelam. Kau dan aku saling cerita tentang kegiatan di sekolah. Saat itu masih kelas 4 Sekolah Dasar. Ketika kita naik kelas 5, kau dan aku jarang bermain lagi.

Perceraian orangtuamu membawa pada duka berkepanjangan. Ke 3 adikmu masih kecil, bahkan yang ragil masih bayi. Dengan terpaksa kau tinggalkan bangku kelas 5 SD karena merawat adikmu. Entah ibumu kemana tiada yang tahu. Ada yang bilang dia pergi ke Kalimantan dan telah menikah lagi.

Usiamu yang masih belia harus sibuk mengurus adik-adikmu yang masih balita. Betapa sibuknya kamu, kau tak bisa lepas dari masalah yang menjerat. Badanmu kurus, kotor dan kurang terawat. Tak jarang kau menangis jika melihat teman sekolah memakai seragam, dan lewat di kampungmu. Pemandangan itu membuat hatimu semakin sakit.


Baca juga cerpen lainnya di Blog ini disini: BACAKAN AKU CERITA
*********************************************************************************

Ketika ke 3 adikmu sudah memasuki sekolah dasar, kau berfikir ingin bekerja di kota. Awalnya bekerja menjadi pembantu rumah tangga di Surabaya. Setelah 2 tahun kau bekerja pada majikan yang cerewet, akhirnya pindah ke pabrik sepatu.

Dengan modal diri tanpa selembar ijazahpun ternyata tak bisa. Syarat surat lamaran minimal ijazah SMP. Kaupun akhirnya pulang menemuiku dan meminjam ijazahku untuk kau fotocopy. Kau ganti dengan foto dan namamu, kemudian kau fotocopy lagi.

Alhamdulillaah, dengan cara seperti itu bisa diterima bekerja di pabrik. Kurang lebih 2 tahun menjadi pekerja pabrik sepatu. Selama kau bekerja di pabrik tak banyak memiliki tabungan karena harus bayar kost dan biaya makan. Di tahun ke 3 kau memutuskan keluar dari pabrik sepatu dan bekerja di rumah tangga seperti ketika awal kau menginjakkan kaki di Surabaya.

Tak banyak yang bisa kau lakukan untuk merubah nasib karena kau tak memiliki ijazah, pengalaman juga hanya di rumah tangga. Setiap majikan yang mempekerjakanmu selalu cocok karena kerjamu bagus. Memang kerjamu melelahkan, tapi kau harus melakukan semua itu demi menyambung hidup adik-adikmu serta agar sekolah mereka tidak putus di jalan. Putus sekolah karena tak ada biaya itu memang sangat menyakitkan.

********************************************************************************
 BACAKAN AKU CERITA

Di usia yang memasuki angka 30 kau mengenal seorang lelaki yang menurutmu baik. Setelah beberapa bulan mengenal kepribadian pria itu akhirnya dia mengajak menikah. Dan kaupun akhirnya menikah di usia yang cukup matang.

Aku melihat rumah tanggamu bahagia dan baik-baik saja. Dalam pernikahan itu dikarunia seorang anak laki-laki lucu, yang melengkapi kebahagiaan keluargamu.

Keluarga kecilmu hidup sangat sederhana, bahkan sering dalam kekurangan, namun kau tak pernah menuntut apapun pada suami. Kau bantu dia mencukupi kebutuhan dengan bekerja sebagai buruh tani.

Kesengsaraan demi kesengsaraan, penderitaan demi penderitaan kau lalui dengan sabar. Kau selalu mengatakan padaku "memang ini sudah nasibku mbak." Akupun terus memberimu semangat setiap kali kau mengaduh.

Tak terasa pernikahanmu telah memasuki tahun ke3. Buah hatiimu telah berusia 2 tahun.

Tanpa sebab dan kesalahan tiba-tiba lelaki yang telah memberi anak pergi meninggalkanmu dan menikah lagi dengan perempuan yang telah kau kenal. Dia telah mengkhianati keluarganya.

Kau hanya bisa menahan sakitnya dada tanpa mampu menghentikan airmata. Kenyataan hidup selalu berakhir dengan duka lara. Semua serba menyedihkan dan semua terasa menyakitkan.

Duh sahabatku...

 Kini anak lelakimu sudah remaja dan tumbuh menjadi pemuda tak seperti yang kau harapkan. Dia putus sekolah ketika kau telah membiayainya habis berjuta-juta. Pengaruh lingkungan telah membawanya menjadi seorang pengamen. Entah kesalahanmu dimana hingga anakmupun menambah deretan penderitaan.

Kini kau tak punya harapan lagi. Anak satu-satunya telah melemparmu pada jurang penyesalan yang dalam. Ke 3 adikmu juga tak memiliki masa depan yang jelas. Ke 2 adik perempuanmu bekerja sebagai pembantu rumah tangga, sedang adik lelakimu ditinggal menikah lagi setelah istrinya pulang dari Hongkong.

 Sahabatku... Kau harus bersabar dan teruuus bersabar. Allah mempunyai rencana lain untukmu yang tak seorangpun tahu, termasuk kamu. Jalanilah semua ini dengan tabah, ikhlas dan penuh ridho. Yakinlah, di saat yang tak terduga nasibmu akan berubah. Allah akan memberimu kemulayaan karena ketabahanmu. Kau wanita yang taat beragama. Tunggulah! Waktu itu tak akan lama...

Baca juga cerpen lainnya di Blog ini disini: BACAKAN AKU CERITA


EmoticonEmoticon

Popular Post

Laman